Rabu, 08 September 2021

Serba-serbi Tentang Indikator Forex

Sebagai seorang trader, apakah Anda sedang mencari sebuah alat bantu untuk trading forex ? Nah, pada trading forex, alat bantu untuk mengukur pergerakan harga sering disebut sebagai indikator forex. Nah, indikator forex ini lah yang Anda butuhkan untuk mengukur dan memprediksi pergerakan harga di masa mendatang untuk mendapatkan keuntungan.

Apa Itu Indikator Forex ?
Sebelum berbicara lebih jauh lagi, Anda harus mengerti apa arti dari indikator forex sebenarnya. Indikator forex pada awalnya adalah alat yang digunakan untuk membantu membaca pergerakan harga. Untuk itu, jika Anda mengenal dan mengerti cara penggunaan dari indikator tertentu maka Anda dapat membuat sebuah sistem trading yang sangat sesuai dengan gaya trading Anda sendiri.

Membuat Strategi yang Cocok
Jika Anda sedang menyusun sebuah strategi trading, maka menggunakan minimal 2 indikator akan sangat lebih baik dibandingkan jika hanya menggunakan satu indikator saja untuk mencari peluang yang lebih akurat. Selain itu menggunakan minimal 2 indikator juga dapat meminimalkan “sinyal palsu”. Cara yang tepat adalah mengkombinasikan beberapa indikator namun juga tidak terlalu banyak karena akan membuat Anda bingung sendiri nantinya.

Saat ini, sudah banyak sekali indikator custom yang dikembangkan dari indikator default yang sudah terdapat di platform trading. Platform trading yang sering digunakan oleh para trader adalah Metatrader 4 yang juga sudah menyediakan berbagai macam indikator.

Ada beberapa tips untuk menggunakan Indikator Forex secara maksimal

Sebelum membicarakan untuk mengkombinasikan beberapa indikator agar menjadi sebuah sistem trading yang tepat, maka kita harus membahas terlebih dahulu beberapa kriteria ideal untuk sistem trading, diantara nya :

1. Sebuah sistem trading harus dapat mengidentifikasi trend yang sedang berlangsung atau terjadi saat itu.
2. Sebuah sistem trading harus dapat mengidentifikasi tanda-tanda adanya pembalikan “Reversal” yang akan terjadi di penghujung trend.
3. Sebuah sistem trading juga harus dapat mengidentifikasi kondisi pergerakan harga yang sedang sideways atau ranging.

Jika kita melihat 3 point di atas, maka sebuah sistem trading harus memenuhi 3 kriteria.

Point 1 – Mengidentifikasi sebuah Trend
Nah jika berbicara indikator yang dapat mengidentifikasi sebuah trend yang berlangsung, kita bisa menggunakan beberapa indikator bertipe “Trend” seperti Moving Average, Bollinger Bands atau Parabolic SAR. Anda bisa mengkombinasikan indkator Moving Average dengan Parabolic SAR.

Point 2 – Mengidentifikasi Pembalikan Arah (Reversal)
Untuk point kedua ini, kita bisa saja menggunakan moving average atau indikator lainnya namun dengan periode yang lebih kecil untuk mencari perubahan trend yang lebih kecil lagi.

Point 3 – Mengidentikasi Pergerakan Sideways atau Ranging
Untuk point ketiga ini, kita bisa menggunakan indikator Bollinger Bands atau Channel.

Nah, ketika Anda sudah punya 3 point diatas untuk digunakan sebagai patokan dalam membuat sistem trading dengan menggunakan gabungan beberapa indikator, saatnya Anda untuk melakukan backtest.

Tipe – Tipe Indikator Teknikal

Pada Dasarnya, Indikator Teknikal Terbagi Menjadi Beberapa Tipe, yaitu :

  1. Indikator Trend : Indikator tipe ini dapat digunakan untuk mengukur kecenderungan trend yang terjadi pada pasar, apakah sedang Uptrend atau Downtrend.
  2. Indikator Volatilitas : Indikator model ini dapat memberikan Anda sinyal dan mendeteksi pembalikan. Anda bisa menggunakan indikator tipe ini sebagai sinyal untuk menempatkan titik stop loss.
  3. Indikator Momentum : Indikator momentum ini mampu mendeteksi kekuatan dan kecepatan pada pergerakan harga. Indikator tipe ini semua dibaca dengan zona Overbought dan Oversold. Dapat memberitahu Anda jika akan terjadi kemungkinan pembalikan pada harga. Juga bisa digunakan untuk menentukan kapan masuk dan keluar dari pasar.
  4. Indikator Volume : Indikator ini menggunakan data dari volume transaksi sebagai data perhitungan. Dengan demikian indikator ini berguna untuk mencerminkan psikologi pelaku pasar seperti optimis atau pesimis.
  5. Indikator Support & Resistance : Indikator tipe ini mampu memberikan acaun level dan zona support/resistance, dapat membantu Anda dalam menentukan titik take profit atau stop loss.
  6. Indikator Pasar : Indikator tipe ini biasanya digunakan untuk mengidentifikasi Divergensi pada harga.

This Is The Oldest Page