Harga minyak berjangka diperdagangkan sedikit lebih rendah menuju level $40 per barel di tengah para pelaku pasar yang menunggu keputusan OPEC+ untuk menambah pasokan setelah mengurangi produksi dalam beberapa waktu terakhir akibat adanya pandemi virus yang melanda seluruh dunia.
Organisasi OPEC+ sepakat untuk menambah produksi sekitar 1,5 juta barel pada bulan ini dari Juli di tengah fase pemangkasan karena pandemi, dengan Rusia yang telah meningkatkan jumlah produksinya sepanjang bulan lalu.
Harga minyak mampu rebound di bawah level 0 pada bulan Arpil lalu, meski sepanjang 2 bulan terakhir berkutat di area $40 per barel seiring dengan meningkatnya kekhawatiran pandemi yang juga mengurangi permintaan atas komoditas tersebut. Kondisi ini merupakan saat paling “genting” bagi para produsen mengingat pasokan di pasar masih cukup tinggi.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang diperdagangkan di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman bulan September turun sebesar 0,4% ke level $40.13 per barel di awal pembukaan pasar bulan ini, setelah menguat sebesar 2,6% sepanjang Juli kemarin.
Minyak Brent yang diperdagangkan di ICE Futures Europe exchange untuk pengiriman Oktober turun tipis sebesar 0,2% ke level $43.43 per barel, setelah menguat 0,6% pada perdagangan Jum’at pekan lalu.

EmoticonEmoticon